1. Apa yang dimaksud dengan Enviromental Management System (EMS)
Enviromental Management System dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai Sistem Manajemen Lingkungan (EMS) adalah suatu kerangka kerja yang telah terstruktur untuk mengelola sebuah dampak lingkungan yang disebabkan oleh suatu organisasi. Biasanya kerangka kerja ini akan mencakup limbah, emisi, penggunaan energi, transport dan konsumsi air. Adapaun faktor yang juga diperhatikan, seperti dampak pada satwa liar (keanekaragaman hayati) dan penggunaan air.2. Peran atau fungsi Enviromental Management System (EMS)
Mengelola dan memperbaiki kinerja lingkungannya (mengelola dampak negatif) dan membantumeningkatkan efisiensi sumber daya (misalnya mengurangi limbah dan penggunaan energi);• Mematuhi hukum dan peraturan lingkungan;• Menghasilkan penghematan finansial melalui pengelolaan yang baikpenggunaan sumber daya dan praktik yang efisien; dan• Memperbaiki berdiri dan reputasinya dengan staf, perusahaan klien, organisasi mitra dan lebih luaspemangku kepentingan;• Beradaptasi dengan lingkungan yang berubah (baik
operasi atau produk / layanannya).
3.Fakta dan Latar Belakang Enviromental Management System (EMS)
Skema sertifikasi EMS nasional dan internasional muncul di awal tahun 1990an dan pada saat itu telah berkembang menjadi standar yang terstruktur sehingga telah kompatibel dan saling melengkapi dengan standar utama lainnya (misalnya Standar Mutu ISO 9001). Standar ISO 14001 adalah proses untuk sistem manajemen lingkungan yang dapat dinilai oleh badan eksternal. Standar ini juga menyediakan perlindungan untuk seri ISO14000 lainnya. Penggunaan ISO 14001 bersifat sukarela, namun sering disebut sebagai persyaratan proses tender komersial.Melalui Dewan Uni Eropa merevisi Peraturan No. 761/2001 (yang saat ini sedang diubah), semua negara anggota UE diminta untuk membuat Skema Pengelolaan dan Audit Eco-Management (EMAS) yang tersedia bagi organisasi sektor swasta dan publik.ISO 14000
- meminimalisir dampak negatif kegiatan-kegiatan (proses dll) mereka terhadap lingkungan, seperti menimbulkan perubahan yang merugikan terhadap udara, air atau tanah;
- mematuhi peraturan perundangan-undangan dan persyaratan-persyaratan berorientasi lingkungan yang berlaku;
- memperbaiki hal-hal di atas secara berkelanjutan.
- Tujuan utama ISO 14000
ISO 14000 berbasis kepada pendekatan sukarela terhadap peraturan lingkungan (Szymanski & Tiwari 2004). Serial ini mencakup standar ISO 14001, yang menyediakan panduan untuk penerapan atau perbaikan sebuah EMS. Standar ini memiliki banyak kesamaan dengan pendahulunya, ISO 9000, standar manajemen mutu internasional (Jackson 1997), yang menjadi model untuk struktur internalnya (National Academy Press 1999), dan keduanya dapat diterapkan secara bersamaan. Sebagaimana halnya ISO 9000, ISO 14000 bertindak sebagai perangkat pengelolaan internal dan cara menunjukkan komitmen lingkungan sebuah perusahaan kepada pelanggan dan klien-kliennya (Boiral 2007).
Sebelum adanya ISO 14000, organisasi-organisasi menyusun sendiri EMS-nya secara sukarela, tetapi hal ini menyebabkan perbandingan dampak-dampak lingkungan antar perusahaan menjadi sulit; oleh karenanya, serial ISO 14000 yang universal disusun. EMS didefinisikan oleh ISO sebagai "bagian dari sistem pengelolaan menyeluruh, yang mencakup struktur, aktifitas perencanaan, tanggung jawab, praktik-praktik, prosedur-prosedur dan sumber daya organisasi dalam mengembangkan, menerapkan, mencapai dan mempertahankan kebijakan lingkungan" (ISO 1996 sebagaimana dikutip dalam Federal Facilities Council Report 1999).
ISO 14001
ISO 14001 merupakan standar lingkungan yang bersifat sukarela (voluntary).
Beberapa manfaat penerapan ISO adalah:
- menurunkan potensi dampak terhadap lingkungan
- meningkatkan kinerja lingkungan
- memperbaiki tingkat pemenuhan (compliance) peraturan
- menurunkan resiko pertanggungjawaban lingkungan
- sebagai alat promosi untuk menaikkan citra perusahaan
- waktu staf atau karyawan
- penggunaan konsultan
- pelatihan
ISO 14001 adalah Sistem manajemen lingkungan yang berisi tentang spesifikasi persyaratan dan panduan untuk penggunaannya. Sedangkan ISO 14004 adalah Sistem manajemen lingklungan yang berisi Panduan-panduan umum mengenai prinsip, sistem dan teknik-teknik pendukung.
Kelompok ISO 14000 mencakup terutama standar ISO 14000, yang mewakili kumpulan inti standar-standar yang digunakan oleh organisasi-organisasi untuk merancang dan menerapkan Sistem Pengelolaan Lingkungan (Environmental Management System; EMS).
- Elemen ISO 14001
- Kebijakan (dan komitmen) lingkungan
- Perencanaan
- Penerapan dan Operasi
- Pemeriksaan dan tindakan koreksi
- Tinjauan manajemen
ISO 14040
Standar ISO 14040 memberikan
panduan mengenai prinsip dan pelaksanaan studi LCA yang memberi
informasi kepada organisasi tentang bagaimana mengurangi dampak
lingkungan keseluruhan dari produk dan layanannya. life cycle assessment (LCA) adalah alat untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi aspek
lingkungan dari produk dan layanan dari "awal sampai akhir": mulai dari
ekstraksi masukan sumber daya sampai pembuangan produk atau
pemborosannya. . ISO mendefinisikan LCA sebagai:
compilation and evaluation of the inputs, outputs and the
potential impacts of product system throughout its life cycles (ISO
14040)Standar pertama mengenai LCA terbit pertama pada tahun 1997 yaitu:
– ISO 14040 – LCA – Principle and framework.
dalam rangka penerapan LCA, ISO/TC 207 melalui SC 5 kemudian menerbitkan beberapa standar terkait penerapan LCA yaitu :
- ISO 14041 – LCA – Goal and scope definition;
- ISO 14042 – LCA – Life cycle impact assessment;
- ISO 14043 – LCA – Life cycle interpretation;
- ISO 14044 – LCA – Requirements and guidelines.
Sejak diterbitkannya pada tahun 1997,
standar LCA semakin berkembang dan banyak dijadikan acuan atau metode
dasar pengembangan standar turunannya. Beberapa standar yang mengadopsi
metode atau menggunakan standar LCA sebagai acuan diantaranya :
- Eco-efficiency;
- Material flow cost accounting;
- Carbon footprint;
- Water footprint;
- Environmental labeling (ecolabel / ekolabel).
DAFTAR PUSTAKA
http://www.indonesiagreenproduct.com/life-cycle-assessment-dan-environmental-labeling/
https://renggaarnalisrenjani.wordpress.com/2013/04/12/mengenal-iso-14001-sistem-manajemen-lingkungan/
http://www.ce.cmu.edu/~hsm/lca2007/readings/iso14041.pdf




Tidak ada komentar:
Posting Komentar